Rabu, September 24, 2008

Open Office - diPrint Preview Halaman Terputus? Asw:Manual Break

Untuk menghindari penggunaan software bajakan, sering digunakan Open
Office yang Free. Namun masalahnya, tidak semua orang mudah cepat
familiar dengan software yang satu ini.
Hari ini, pagi-pagi sekali saya disuguhi permasalahan yang berkaitan
dengan Open Office ini.
komplainnya ketika data yang ada sudah diketik sedemikian rupa kedalam
Open Calc (mirip MS Excel), setelah diprint preview yang seharusnya jadi
2 halaman terlihat menjadi 3 halaman karena pada halaman kedua dan
ketiga seolah-olah dipotong dan diletakkan pada halaman yang berbeda...
....padahal gak dipisah...!
Karena belum familiar, saya cari dulu kemungkinan penyebabnya..
- Apa karena print areanya? ternyata bukan...
Ternyata setelah diliat dengan seksama ada garis biru yang menyebabkan
halaman tersebut terpisah...
garis biru itu ternyata (lagi) adalah manual break.
untuk menghilangkan itu,
- klik cell yang paling dekat dengan garis biru itu.
- Pilih menu Edit->Delete Manual Break->Row Break
garis birunya hilang, print previewnya sudah seperti yang diharapkan.
fiuh...harus banyak belajar lagi nich...!



Jumat, Juli 25, 2008

Membaca file docx di Office 2000

Aku kesulitan membuka file yang berekstensi docx dari MS Word 2007.
Padahal aku menggunakan Office 2000. Akhirnya aku searching..dapat
program freeware untuk merubah (convert) file docx menjadi rtf (doc2rtf)
yang aku download di
http://www.nativewinds.montana.com/downloads/Docx2Rtf.zip.

Aku juga dapat link untuk mendownload file pendukung dari microsoft agar
Office 2000 ke atas bisa membuka file dari office 2007.
Linknya:
http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?familyid=941B3470-3AE9-4AEE-8F43-C6BB74CD1466&displaylang=en

Ada temanku yang menggunakan Office 97, jadi tetep gak bisa buka file
office 2007, akhirnya dia aku suruh nginstall Office 2003 viewer yang
aku download di
http://www.microsoft.com/DOWNLOADS/details.aspx?familyid=95E24C87-8732-48D5-8689-AB826E7B8FDF&displaylang=en

Akhirnya, bisa juga...! fiuh...!

Senin, Juli 21, 2008

Tip dan Trik: Membuat menarik CV (Curriculum Vitae) atau Ikhtisar Riwayat Hidup kita

Sekarang sangat sulit untuk mencari kerja dikarenakan lapangan kerja
yang sedikit sedangkan pelamar kerja yang "bejibun" (red:banyak
buanget..!) tiap tahunnya. Karena itu, sangat dibutuhkan kemampuan untuk
bersaing dengan rekan-rekan (kalau "musuh" terlalu ekstrim) pencari
kerja lainnya. Selain kemampuan intelektual (wajib nich..!), kita juga
harus melengkapi diri dengan kemampuan lainnya (ex:ESQ).
Salah satu kunci untuk membuka peluang kerja kita adalah bagaimana
Bapak/Ibu HRD (atau personalia) bisa melirik lamaran kerja kita.
Salah satu caranya adalah dengan membuat CV (Curriculum Vitae) yang
menarik dan atraktif.
Eits....jangan langsung ditafsirkan secara gamblang dulu....
Menarik dan atraktif bukan berari CVnya warna-warni...trus ada
pernak-perniknya...bahkan dikasih gambar hati merah jambu di pojok kiri
atasnya...emangnya mau bikin surat cinta buat "nembak" HRDnya?!$#!..
Be cool man..! sabar dulu...
Bikin CV harus menarik dan atraktif tapi liat sikonnya dulu dong...Apa
kata dunia..?! (ref: Bonar, Naga. Naga Bonar Jadi 2. Jakarta:2007)
Bikinnya harus sesuai dengan norma formalitas yang ada tapi dikemas
semenarik mungkin.
Berikut ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat CV
biar menarik dan dilirik:
(ketentuan di bawah ini mungkin tidak berlaku untuk lowongan kerja di
bidang desain grafis atau lainnya yang membutuhkan kreatifitas bebas)
+ CV harus diketik dengan rapi, dan jangan sampai ada "sebiji" huruf
pun yang salah.(kecuali ada instruksi untuk menulis CV dengan tulisan
tangan).
+ Gunakan SALAH SATU SAJA huruf/font standard (Arial, New Times Roman,
Tahoma) dengan warna hitam. Jangan menggunakan bermacam-macam font
apalagi berwarna-warni.
+ Untuk bagian data pribadi, cantumkan sedetil-detilnya data pribadi
anda (yang penting dan dibutuhkan) seperti golongan darah, kondisi
kesehatan, tinggi badan, berat badan, dsb.
(HRD gak mau menerima pelamar kerja yang sakit-sakitan)
+ Pada bagian riwayat pendidikan, masukkan pendidikan yang paling akhir
terlebih dahulu baru dilanjutkan pendidikan yang sebelumnya. Istilahnya
alur mundur, misal: dari Sarjana, SMA, SMP, SD, dan yang paling akhir TK
(kalau ada).
+ Pada bagian riwayat pendidikan, berikan semua informasi tentang
prestasi-prestasi anda sedetil mungkin meskipun itu adalah hal yang
sepele. misalnya: pernah juara cerdas cermat waktu kelas 6 SD, Rangking
6 waktu kelas 5, dapat sertifikat predikat mahasiswa terbaik untuk
matakuliah Kalkulus. Masukkan juga informasi tentang karya-karya anda,
misal:pernah membuat karya tulis ilmiah waktu SMP, Modul praktikkum di
perkuliahan, Program Interaktif/Pembelajaran, dsb.
+ Jika anda pernah bekerja sebelumnya, masukkan informasi utama tentang
tempat kerja anda sebelumnya, mis: Nama perusahaan, jenis perusahaan dan
alamatnya.
+ Cetak tebal kata atau kalimat yang menjadi nilai tambah anda tapi
jangan terlalu banyak...yang penting-penting aja...fungsinya buat
menarik perhatian pada HRD untuk melihat point-point plus yang ada pada
kita. Tapi kalau cetak tebalnya kebanyakan..jadi gak menarik perhatian
lagi.
+ Yang paling penting...jangan lupa berdoa sebelum bikin CV...secara
psikologi doa tu membuat kita tenang sehingga bisa berfikir dengan
jernih biar meminimalisir kesalahan yang kita buat. Mau gak mau, kita
harus percaya dengan doa karena tanpa bantuan dari-Nya, kita gak akan
bisa apa-apa...pokoknya pasti ada hal-hal yang diluar nalar kita. Kita
harus meyakini itu.
Untuk sementara, itu dulu yang bisa saya sharing. Kalau ada yang kurang
atau tidak sesuai dengan konsep yang anda miliki, mohon maaf
saja...namanya juga pendapat..pasti ada kelemahan, kekurangan dan
kelebihan masing-masing tergantung sudut pandang dan pola pikir kita.
Informasi diatas saya terjemahkan sendiri dari informasi yang saya
terima dari dengerin acara talkshow "Mencari Kerja Itu Gampang" yang
pembicaranya Bpk. Agus Setiawan (Agus Piranhamas, blog:
http://www.pembicarainternetmarketing.com) di radio Kencana FM Malang. Semoga bisa
bermanfaat.
---ooOOOoo--

Jumat, Juli 18, 2008

Netscape Messenger 4 Error

Saya sering mendapat keluhan dari rekan-rekan kerja saya tentang
Netscape Messenger versi 4.
Keluhannya adalah ketika Netscape Messenger dijalankan, setelah beberapa
detik, muncul pesan error dan Netscape ditutup secara paksa.
Kemungkinannya, masalah itu terjadi karena index untuk inbox (inbox.snm)
rusak. Masalah itu terjadi karena ukuran file inbox sudah lumayan besar
(sampe hitungan GByte) karena banyaknya email yang masuk.


Cara mengatasi masalah tersebut (solusi):
Jika masalah itu terjadi, kita harus membuat index yang baru
(reindexing). Caranya adalah sebagai berikut:

1. Masuk kedalam folder mail profile user email anda.
(defaultnya: C:\Program Files\Netscape\Users\NamaUser\Mail)

2. Cari file inbox.snm. Pindahkan (move) kedalam folder lain (untuk
jaga-jaga saja jika proses reindexing tidak berhasil) sehingga file
inbox.snm tidak ada lagi dalam folder mail tersebut.

3. Jalankan kembali Netscape Messenger. Biarkan beberapa saat karena
proses reindexing sedang dilakukan. Tunggu progress (tahap proses sudah
selesai - dalam hitungan persen) dari proses tersebut sampai selesai
(100%).

4. Jika proses reindexing berhasil, Netscape Messenger bisa digunakan
seperti biasa lagi.


Pencegahan Error:
-------------------------
Seperti disebutkan sebelumnya, error tersebut kemungkinan disebabkan
karena banyaknya email yang masuk pada inbox. Karena itu, untuk mencegah
masalah itu terjadi lagi, pindahkan email yang ada pada inbox ke dalam
folder baru menurut kriteria yang anda inginkan.

(misalkan dipisah-pisah berdasarkan tahun)
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Klik kanan "Local Mail", pilih "New Folder" dan masukkan nama
foldernya (mis: Tahun2007), lalu tekan OK.
2. Masuk kedalam "inbox", pilih (blok) email yang mau dipindah,
kemudian klik kanan, pilih "Move Message", lalu pilih nama folder yang
dibuat tadi (mis: Tahun2007).

3. Tunggu beberapa saat sampai proses pemindahan selesai. Lama proses
tergantung jumlah email yang dipindahkan.

4. Lakukan langkah yang sama dengan nama folder berbeda untuk kriteria
email yang berbeda. (misal: folder "Tahun2006" untuk email yang diterima
pada tahun 2006, dsb)

5. Setelah pemindahan email selesai, lakukan Pemampatan file inbox
(compacting) agar ukuran file inbox efisien, dengan cara pilih menu
"File" lalu pilih sub menu "Compact Folders".

Semoga berguna
N/B: backup dulu file "inbox" dan "inbox.snm" sebagai cadangan jika
proses diatas belum berhasil dilakukan.












Cara Installasi USP 26-NF 21 Second Supplement

Saya pernah menemui kesulitan ketika menginstall CD USP 26-NF 21 Second
Supplement. Setelah diinstall, programnya tidak bisa dijalankan dan akan
muncul pesan error (kalau gak salah, pesannya berhubungan dengan
"title") Kemudian saya searching diInternet dan menemukan artikel solusi
permasalahan itu. Berikut ini langkah-langkah yang saya terapkan untuk
windows XP (pada Windows Vista cara dibawah ini tidak berhasil)

Cara Installasi USP 26-NF 21 Second Supplement:

1. Masukkan CD USP 26-NF 21 kedalam CD-ROM.
2. Jalankan Setup.exe yang ada dalam CD.
3. Klik Next untuk memulai proses installasi
4. Masukkan Name dan Company. Masukkan CD Key sesuai dengan yang tertera
pada kartu "Certificate of Authenticity" (case sensitive). Tekan tombol
Next untuk melanjutkan proses installasi.
5. Tentukan tempat installasinya. Tekan tombol Next untuk melanjutkan.
6. Lanjutkan proses installasi pada langkah-langkah berikutnya dengan
menekan tombol Next.


Cara Setting pertama kali setelah installasi:
==================================

1. Masukkan CD USP 26-NF 21 kedalam CD-ROM.
2. Cari dan jalankan file AccUtility62a.exe.
3. Masuk ke dalam direktori tempat installasi programnya. Masuk ke dalam
folder DB (mis secara default: C:\USP26-NF21S2\DB). Cari dan buka file
first.ini.
4. Ubah nilai Title_Was_Loaded_Once=0 menjadi Title_Was_Loaded_Once=1

Semoga bermanfaat.

Senin, Juni 16, 2008

Error 0x00000866 part 2

Melanjutkan masalah sebelumnya...
karena saya nggak tau penyebab masalah+solusinya apa..saya nyoba searching...
saya temukan beberapa solusi yang ditawarkan di dalam forum-forum yang ada.
beberapa solusi diantaranya adalah:
-------------------------------------------------------------------------------
solusi pertama saya temukan di http://www.jimmah.com/vista/net/ntlm.aspx

Pengguna Windows Vista Home Basic dan Home Premium

Peringatan:perubahan yang tidak sesuai pada registry bisa membahayakan sistem.
  1. Klik start
  2. pilih menu Run
  3. ketik: regedit
  4. tekan enter
  5. di bagian sebelah kiri, expand folder: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\
  6. di seblah kiri klik pada folder yang bernama: Lsa
  7. Di bagian sebelah kanan, double-click "LmCompatibilityLevel"
  8. ketik angka 1 dan tekan enter
  9. Restart komputermu

Pengguna Windows Vista Business, Enterprise, dan Ultimate

  1. Klik Start
  2. Klik Control Panel
  3. Masuk System and Maintenance
  4. Masuk Administrative Tools
  5. Double-Click Local Security Policy
  6. di bagian sebelah kiri, klik segitiga disebelah Local Policy
  7. di bagian sebelah kiri, klik Security Options
  8. di bagian sebelah kanan bawah, double-click "Network security: LAN manager authentication level"
  9. Klik kotak drop-down, dan klik "Send LM & NTLM - use NTLMv2 session security if negotiated"
  10. klik OK
---------------------------------------------------------------

Solusi kedua saya dapat dari http://forums.techguy.org/windows-vista/525885-cannot-connect-printer-operation-could.html yang dimuat oleh bigslick2007
Final Solution
SOLUTION

I can't image this is how Mr. Gates imagined users would have to set up a networked printer, so this is a workaround until they get their act together. (yang ini artikan sendiri aja)


dari DOS prompt (ketik "command" atau "cmd" pada menu "Run" di start menu) ketik ini:

net use LPT# \\server\printer /persistent:yes

keterangan:

# : nomor port LPT yang digunakan mis:LPT1
server : nama komputer tempat printer sharing berada
printer : nama sharing printer (Share Name)

Contoh

net use LPT1 \\Ita\Canon2100sp / persistent:yes


Kalau sudah berhasil, tambahkan printer (StartMenu->ControlPanel->Printer->Add Printer)
Pilih "Local Printer",gunakan LPT# port yang sudah ditentukan sebelumnya (kalau contoh di atas menggunakan Port1) dan tentukan jenis printer yang sesuai. Lanjutkan proses installasi sampai selesai.

Cara kedua ini sudah saya coba dan berhasil sesuai harapan.

==============================

Error 0x00000866

Saya pernah mengalami masalah ketika menginstall printer yang disharing dWindows 98 di windows vista Basic. Ketika add printer, trus milih yang Network , terus milih printer yang ada ...terus ketika diinstall nggak bisa..ada pesan error:

Windows cannot connect to the printer.
Operation could not be completed (error 0x00000866).

AKhirnya saya coba add printernya milih yang local tapi port yang dipilih adalah printer yang di sharing \\namakomp\namashareprinter (misal: \\Ita\Canon2100sp), trus lanjutkan sampe selesai. printer jaringan sudah bisa digunakan dengan baik.

Tetapi masih ada masalah ketika PC/Notebook windows Vistanya dimatikan dan dinyalakan lagi...printer yang diinstall tadi dianggap offline..padahal sebenarnya online dan sudah dicoba pada PC lain dijaringan yang sama yang SOnya Windows XP dan 98, printernya online dan bisa digunakan. akhirnya diinstall ulang lagi dengan cara yang sama di atas, printernya bisa digunakan lagi. Jadi, kalau mau menggunakan printer yang disharing tersebut di WIndows Vista, saya harus menginstall ulang lagi setiap kali komputernya dimatikan dan dinyalakan lagi.

Kamis, Mei 22, 2008

Active X Code 39 Source Code

Dari flowchart tsb, saya nyoba bkin programnya...! Mngkn msh ada yg error...emang sengaja c..klo gk error ntar gk mau mempelajari source codenya. Source Codenya aq bentuk jd kumpulan-kumpulan prosedur:

'FUNGSI & Prosedur Code39
'++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Private Function KodeCode39(ByVal Kodenya As String) As String
  Dim hasil As String
  Dim Karakter As String
  Dim i As Integer
  For i = 1 To Len(Kodenya)
      Karakter = Mid(Kodenya, i, 1)
      Select Case Karakter
             Case "0": hasil = hasil & Ubah("000110100") & "0"
             Case "1": hasil = hasil & Ubah("100100001") & "0"
             Case "2": hasil = hasil & Ubah("001100001") & "0"
             Case "3": hasil = hasil & Ubah("101100000") & "0"
             Case "4": hasil = hasil & Ubah("000110001") & "0"
             Case "5": hasil = hasil & Ubah("100110000") & "0"
             Case "6": hasil = hasil & Ubah("001110000") & "0"
             Case "7": hasil = hasil & Ubah("000100101") & "0"
             Case "8": hasil = hasil & Ubah("100100100") & "0"
             Case "9": hasil = hasil & Ubah("001100100") & "0"
             Case "A": hasil = hasil & Ubah("100001001") & "0"
             Case "B": hasil = hasil & Ubah("001001001") & "0"
             Case "C": hasil = hasil & Ubah("101001000") & "0"
             Case "D": hasil = hasil & Ubah("000011001") & "0"
             Case "E": hasil = hasil & Ubah("100011000") & "0"
             Case "F": hasil = hasil & Ubah("001011000") & "0"
             Case "G": hasil = hasil & Ubah("000001101") & "0"
             Case "H": hasil = hasil & Ubah("100001100") & "0"
             Case "I": hasil = hasil & Ubah("001001100") & "0"
             Case "J": hasil = hasil & Ubah("000011100") & "0"
             Case "K": hasil = hasil & Ubah("100000011") & "0"
             Case "L": hasil = hasil & Ubah("001000011") & "0"
             Case "M": hasil = hasil & Ubah("101000010") & "0"
             Case "N": hasil = hasil & Ubah("000010011") & "0"
             Case "O": hasil = hasil & Ubah("100010010") & "0"
             Case "P": hasil = hasil & Ubah("001010010") & "0"
             Case "Q": hasil = hasil & Ubah("000000111") & "0"
             Case "R": hasil = hasil & Ubah("100000110") & "0"
             Case "S": hasil = hasil & Ubah("001000110") & "0"
             Case "T": hasil = hasil & Ubah("000010110") & "0"
             Case "U": hasil = hasil & Ubah("110000001") & "0"
             Case "V": hasil = hasil & Ubah("011000001") & "0"
             Case "W": hasil = hasil & Ubah("111000000") & "0"
             Case "X": hasil = hasil & Ubah("010010001") & "0"
             Case "Y": hasil = hasil & Ubah("110010000") & "0"
             Case "Z": hasil = hasil & Ubah("011010000") & "0"
             Case "-": hasil = hasil & Ubah("010000101") & "0"
             Case ".": hasil = hasil & Ubah("110000100") & "0"
             Case " ": hasil = hasil & Ubah("011000100") & "0"
             Case "*": hasil = hasil & Ubah("010010100") & "0"
             Case "$": hasil = hasil & Ubah("010101000") & "0"
             Case "/": hasil = hasil & Ubah("010100010") & "0"
             Case "+": hasil = hasil & Ubah("010001010") & "0"
             Case "%": hasil = hasil & Ubah("000101010") & "0"
      End Select
  Next i
  KodeCode39 = hasil
End Function

Private Function Ubah(KodeC39 As String) As String
  Dim i As Integer
  Dim Kar As String
  Dim hasil As String
  For i = 1 To Len(KodeC39)
      Kar = Mid(KodeC39, i, 1)
      If (i Mod 2) = 0 Then
      'jika posisi genap (spasi)
           If Kar = "1" Then
           'jika 1 berarti garis lebar
                hasil = hasil & "00"
           Else
                hasil = hasil & "0"
           End If
     Else
      'jika posisi ganjil (baris)
       If Kar = "1" Then
      'jika 1 berarti garis lebar
           hasil = hasil & "11"
       Else
           hasil = hasil & "1"
       End If
    End If
  Next i
  Ubah = hasil
End Function


Private Sub Code39()
  Dim kodeBinernya As String
  Pr_Value = UCase(Pr_Value)
  kodeBinernya = KodeCode39("*" & Pr_Value & "*")
  UserControl.Width = (TPX * Pr_Lebar * (Len(kodeBinernya) + 15))
  GambarCode39 kodeBinernya, Pr_Lebar, UserControl.ScaleHeight - 30, Pr_WarnaBar
End Sub

Private Sub GambarCode39(KodeBiner As String, ByVal lebar As Integer, Tinggi As Integer, Warna As ColorConstants)
Dim x As Long, y As Long
  UserControl.Cls
  x = (TPX * lebar) * 9
  y = UserControl.Height * 0.1

  Garis KodeBiner, x, y, lebar, Warna

'jika label tidak ingin ditampilkan
  If Pr_ShowLabel = False Then Exit Sub

'tempat buat tulisan
  UserControl.Line (x, UserControl.Height * 0.8)-Step(Len(KodeBiner) * lebar * TPX, UserControl.Height), UserControl.Backcolor, BF
'tulis tulisan
  UserControl.ForeColor = Warna
  UserControl.CurrentX = x + (Len(KodeBiner) * lebar * TPX) - ((Len(KodeBiner) * lebar * TPX) \ 2) - (Len(Pr_Value) * 3 * lebar * TPX)
  UserControl.CurrentY = UserControl.Height * 0.8
  UserControl.FontSize = 8 * lebar '* TPX
  UserControl.Print Pr_Value
End Sub

========================
NB:
*** Klo ada variabel yang depannya Pr_ (mis: Pr_Value) itu artinya..variabel tsb digunakan untuk menampung hasil dari inputan user....source code diatas aku comot dari komponen activeX Control yang aq buat.

(Sumber:
Tugas Akhir: M.Akroma, Perancangan dan Pembuatan ActiveX Control Pembuat label barcode satu dimensi.2007:STT Stikma Internasional, Malang)

Jumat, Mei 16, 2008

Flowchart program Code39

Berbagai macam referensi dan uraian bisa kita baca tentang barcode dan cara pengkodeannya. Nah..dari referensi tersebut, kita dapat membuat sebuah program sederhana pembuat label barcode menggunakan Visual Basic. Kunci utamanya adalah bagaimana kita menterjemahkan konsep yang ada sebelumnya menjadi sebuah bahasa pemrograman. Kata dosen saya, kalo mo buat program tu ada langkah-langkah yang harus ditempuh. Tapi yang namanya mahasiswa, hampir gak ada yang mengamalkan titah beliau tersebut...kecuali emang ada tugas..biar dapat nilai. Karena menghormati beliau...kali ini saya akan berusaha mengikuti step-step yang ada tapi gak semuanya lho...soalnya saya juga lupa langkah-langkahnya apa aja.

Ya udah..kalo gitu langsung aja...
=====================
Step 1: Buat blok diagramnya...tapi yang ini dilewati aja ya..
======================
Step 2: Buat flowchart program.

nah..kalo yang ini saya masih bisa..meskipun sedikit dan kemungkinan masih keliru.
Kali ini saya coba membuat flowchart program pengkodean Code39-nya: