Tampilkan postingan dengan label learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label learning. Tampilkan semua postingan

Selasa, Mei 05, 2026

CSV Itu Bukan Formalitas, Ini Soal Kepercayaan

Di dunia farmasi, sistem komputer itu bukan cuma alat bantu. Dia bisa menentukan: produk aman atau nggak, data valid atau manipulatif.

Makanya ada yang namanya GAMP 5—panduan biar sistem yang kita pakai itu trusted.

Dan di dalam Computerized System Validation (CSV), ada beberapa check item minimal yang nggak boleh dilewatkan, apalagi kalau pakai pendekatan berbasis risiko (risk-based approach).

Kenapa? Karena kita nggak ngecek semuanya, tapi fokus ke yang paling berdampak.

CSV



๐Ÿ” 1. Intended Use (Tujuan Sistem)

Ini basic, tapi sering disepelekan.

Sistem ini sebenarnya dipakai buat apa?

Kalau tujuan aja nggak jelas, validasinya mau dibuktikan apa?


⚠️ 2. Risk Assessment (Analisis Risiko)

Ini inti dari GAMP 5.

Kalau sistem ini gagal, dampaknya apa?

  • Ke kualitas produk?
  • Ke keselamatan pasien?
  • Ke integritas data?

Semakin tinggi risiko → semakin ketat validasinya.


๐Ÿงพ 3. Data Integrity (ALCOA+)

Data harus:

  • Attributable (jelas siapa input)
  • Legible (terbaca)
  • Contemporaneous (real-time)
  • Original
  • Accurate

Plus tambahan (+): Complete, Consistent, Enduring, Available

Kalau data bisa diubah tanpa jejak? ๐Ÿšจ Red flag.


๐Ÿ” 4. Access Control & Security

Nggak semua orang boleh akses semuanya.

Operator ≠ Admin ≠ QA

Harus ada:

  • User ID unik
  • Password policy
  • Role-based access

๐Ÿงช 5. Testing (IQ, OQ, PQ)

Bukan sekadar “sistem nyala”.

  • IQ: instalasi benar?
  • OQ: fungsi sesuai?
  • PQ: jalan di kondisi real?

Kalau cuma dites “klik sana sini”, itu belum validasi.


๐Ÿง  6. Supplier & Software Assessment

Nggak semua sistem harus dibangun dari nol.

Kalau pakai vendor:

Vendor-nya bisa dipercaya nggak?

Cek:

  • Reputasi
  • Dokumentasi
  • Support

๐Ÿ”„ 7. Change Control

Sistem itu hidup. Pasti berubah.

Tapi setiap perubahan harus dikontrol.

Kalau update tanpa kontrol → validasi bisa jadi nggak berlaku.


๐Ÿ“š 8. Documentation

Kalau nggak didokumentasikan, dianggap nggak pernah dilakukan.

Minimal ada:

  • URS (User Requirement)
  • Risk Assessment
  • Test Evidence
  • Report

๐ŸŽฏ Intinya:

CSV itu bukan soal “lulus audit”.

Tapi soal memastikan:

Sistem kita nggak jadi sumber masalah yang diam-diam.

Karena di farmasi, yang dipertaruhkan bukan cuma data…

tapi nyawa manusia.

Kamis, Agustus 07, 2025

Aneks 7 CPOB 2024 - Mengulik Sedikit Bagaimana Ketentuannya - Rangkuman Singkat

 Prinsip dalam Aneks 7 CPOB 2024

  • Berlaku untuk semua sistem komputerisasi terkait CPOB
  • Validasi aplikasi dan kualifikasi infrastruktur IT
  • Penggantian operasi manual tidak boleh menurunkan kualitas atau meningkatkan risiko
  • Fokus pada integritas data, kualitas produk, dan keamanan pasien

Prinsip Utama

Penggantian operasi manual dengan sistem komputerisasi tidak boleh menurunkan kualitas produk atau meningkatkan risiko proses.


Manajemen Risiko pada Siklus Hidup Sistem:

  • Penerapan manajemen risiko sepanjang siklus hidup
  • Penilaian risiko menentukan tingkat validasi dan pengendalian
  • Mengutamakan keamanan pasien, integritas data, dan kualitas produk
Validasi dan Dokumentasi Sistem
  • Validasi meliputi semua langkah siklus hidup
  • Pengguna berwenang harus memastikan sistem sesuai standar mutu
  • Audit trail dan pengendalian perubahan harus terdokumentasi

Kolaborasi Personel dalam Sistem Komputerisasi

  • Peran terbagi menjadi Pemilik Proses, Pemilik Sistem, IT, dan Personel Berwenang
  • Personel harus memiliki kualifikasi yang tepat
  • Tanggung jawab jelas dalam operasional dan pemeliharaan sistem
Pengelolaan Pemasok dan Penyedia Jasa
  • Perjanjian formal dengan pemasok/penyedia jasa harus ada
  • Pemasok harus dievaluasi dari segi kompetensi dan keandalan
  • Dokumentasi produk COTS harus dikaji pengguna
Pengelolaan dan Keamanan Data
  • Data harus diamankan secara fisik dan elektronik
  • Back-up data dilakukan secara rutin dan diuji validitasnya
  • Sistem harus dapat mencetak data yang tersimpan dengan jelas
Audit Trail dan Pengendalian Data
  • Sistem harus mencatat setiap perubahan atau penghapusan data
  • Audit trail harus bisa dikaji dan tersedia dalam format umum
  • Pengelolaan audit trail didasarkan pada penilaian risiko


Senin, Maret 14, 2022

Laporan Kosong / Blank Report - Clarion Preview tidak Muncul - HAPIS

 


Untuk catatan pribadi. Masalah terjadi ketika akses program HAPIS dari komputer Client langsung shortcut ke file exe di server, tanpa ada proses installasi apa-apa di komputer client. 

Ketika buka program, tidak ada masalah dan bisa digunakan dengan normal. Cuma terkendala ketika buka laporan, akan muncul tampilan kosong, cuma ada tulisan judul Clarion Preview.

Setelah ditelusuri, ternyata untuk memunculkan laporan tersebut membutuhkan file ntwdblib.dll.

Apa itu  ntwdblib.dll? Kabarnya sih, itu adalah sebuah modul MS SQL Server Database dari Microsoft.

Singkat cerita, untuk mengatasi masalah tersebut, copy file tersebut dari tempat lain (atau download), kemudian diletakkan di folder C:\Windows\System32 (untuk Windows 32 bit) atau C:\Windows\SysWOW64 (untuk Windows 64 bit).

Setelah dicoba lagi, laporan sudah muncul seperti yang diharapkan.

Jumat, Mei 08, 2015

Cara Downgrade dan Aktivasi Lisensi Windows 8 Pro dengan Preinstalled Windows 7 Pro 64bit menjadi Windows 7 Pro 32bit

Komputer built-up baru yang sekarang banyak beredar untuk target pasar business kebanyakan menggunakan lisensi Windows 8 Pro OEM yang kadang-kadang sudah preinstalled Windows 7 Professional 64 bit. Dan kadang juga sudah disertakan OS Recovery DVD Windows 8 Pro dan Windows 7 Pro 64 bit beserta DVD Drivernya. Sehingga bisa digunakan jika ingin menginstall ulang kembali Windows dengan kedua versi Windows tersebut.

Masalah muncul ketika di tempat kerja kita masih menggunakan aplikasi 16bit atau aplikasi berbasis DOS karena dua jenis program tersebut sudah tidak disupport oleh Windows 7 Pro 64bit, apalagi Windows 8 Pro 64bit. Seperti pengalaman saya pribadi sebagai teknisi IT di perusahaan yang masih menggunakan program tersebut. Sehingga opsi yang paling aman menurut saya adalah mengganti OSnya menjadi Windows 7 Pro 32bit meskipun ada alternatif lain yaitu menggunakan virtual mesin seperti Virtual PC, Virtual Box atau sejenisnya. Karena di perusahaan tempat saya bekerja berkomitmen untuk menggunakan software legal, daripada beli lisensi windows tambahan untuk virtual mesin, satu-satunya cara yang paling “aman” adalah menginstall ulang OSnya dengan syarat, sudah tersedia driver untuk perangkat-perangkat komputer tersebut (bisa dilihat di website resminya).

Stiker COA Windows 8 Pro sudah tidak seperti Windows sebelumnya. Pada stiker tidak dicantumkan Product Keynya karena Product Keynya tersimpan di BIOS. Dengan menggunakan tool tertentu (bisa disearching di Google), bisa kita dapatkan Product Key tersebut dari BIOS. Tapi tenang, bukan itu yang jadi masalah, cuma info saja.

Kalau kita berfikir normal sederhana, akan jadi masalah ketika downgrade Windows 7 Professional 64 bit menjadi Windows 7 Professional 32 bit adalah kita butuh DVD OS Recovery Windows 7 Pro 32bit yang notabene tidak disertakan pada pembelian komputer baru tersebut atau bisa menggunakan installer Windows 7 Pro 32 bit yang umum tapi kita tidak punya Product Key windows tersebut untuk aktivasi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak alternatif cara yang disarankan oleh netizen di berbagai forum menggunakan tool tertentu atau cara tertentu. Bagi saya, sekali lagi saya akan memilih cara yang paling “aman” dari berbagai solusi yang ditawarkan tersebut.

Langkah pertama adalah mencoba memahami preinstalled Windows 7 64 bit yang sekarang terinstall di komputer tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Preinstalled Windows 7 64bit biasanya sama hasilnya jika kita melakukan installasi Windows menggunakan CD/DVD OS Recovery Windows 7 64 bit yang sudah disediakan pada saat pembelian komputer tersebut.
2. Install Windows 7 Pro 64bit menggunakan OS DVD Recovery biasanya tidak membutuhkan Product Key dan OSnya sudah teraktivasi.
3. Ada beberapa perbedaan pada hasil installasi Windows 64 bit menggunakan OS DVD Recovery dengan hasil installasi menggunakan installer umum, salah satunya adalah folder OEM yang ada di C:\Windows\System32\ yang tidak kita jumpai jika install OS menggunakan installer umum. Di dalam folder ini berisi file lisensi windows OEM yang digunakan.

Langkah kedua adalah backup file atau folder dan registry untuk kepentingan aktivasi windows dan mengubah tampilan windowsnya mirip dengan yang sekarang terinstall. Berikut adalah daftar yang harus dibcakup untuk jaga-jaga: (contoh yang saya gunakan adalah komputer HP Prodesk 490 G2)
- %SystemRoot%\system32\oobe\INFO (folder ini berfungsi untuk merubah background awal windows startup defaultnya HP)
- %SystemRoot%\system32\OEM (folder beratribut hidden ini berisi file lisensi yang kita butuhkan. Dalam kasus saya, nama filenya oem-cert.xrm-ms)
- C:\SYSTEM.SAV (folder ini ber-atribut system dan hidden, sehingga harus disetting dulu explorernya agar bisa melihat folder atau file yang ber-atribut hidden dan system. Folder ini berisi logo merk komputer, dalam kasus saya merk HP).
- C:\Users\NamaUser\AppData\Local\Microsoft\Windows\Themes\oem.theme (ini adalah file theme HP defaultnya komputer HP).
- %SystemRoot%\web\wallpaper\HP1.jpg (ini adalah file image yang digunakan untuk wallpaper sesuai dengan settingan yang ada pada oem.theme)
- Export registry key berikut melalui regedit: [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\OEMInformation] (registry ini menyimpan informasi OEM komputer tersebut)

Kalau sudah dibackup, kita siap dengan langkah berikutnya.

Langkah Ketiga, download dan jalankan tool ABR (Activation Backup and Restore) dari http://directedge.us/content/abr-activation-backup-and-restore. Tool ini bisa digunakan untuk membackup aktivasi windows, tapi saya menggunakannya cuma untuk mengetahui product key yang digunakan oleh Preinstalled Windows 7 Pro 64 bit yang nantinya saya gunakan kembali untuk aktivasi Windows 7 Pro 32 bit.

Langkah Keempat, install Windows 7 Professional 32 bit menggunakan installer Windows 7 Professional OEM umum yang bisa didownload dari Microsoft. Usahakan lebih baik install tanpa harus memformat harddisknya. Kalau tidak diformat, installer windows akan otomatis mengubah installasi windows yang sekarang adamenjadi Windows.old, sehingga jika masih ada yang lupa kita backup masih ada di folder tersebut. Ketika diminta product key, dikosongi dulu saja dan lanjutkan proses installasi windowsnya sampai selesai. Jika sudah selesai, install semua driver perangkat yang dibutuhkan.

Langkah Keempat, letakkan kembali folder yang dibackup pada langkah kedua tadi ke posisi masing-masing persis seperti ketika membackupnya serta jalankan juga file reg yang kita export sebelumnya. Khusus file theme, bisa kita letakkan di C:\Windows\Resources\Themes\ kemudian restart komputernya.

Langkah Kelima, jalankan command prompt (cmd) dengan mode “Run as administrator”. Setelah muncul, ketikkan perintah “slmgr -ilc C:\Windows\System32\OEM\oem-cert.xrm-ms” (untuk menginstall file lisensi yang sudah kita backup sebelumnya) lalu tekan enter dan tunggu sampai ada popup windows yang mengatakan kalau lisensi berhasil diinstall.

Langkah Keenam, lakukan aktivasi windowsnya dengan cara klik kanan Computer – Properties. Pada bagian Windows Activation, klik change product key, masukkan product key yang kita backup sebelumnya menggunakan tool ABR pada langkah ketiga. Lanjutkan sampai proses aktivasi selesai tanpa harus terkoneksi internet.


Itulah yang saya lakukan untuk mendowngrade Preinstalled Windows 7 Professional 64bit menjadi Windows 7 Professional 32 bit pada beberapa komputer yang dibeli perusahaan.

Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat.

Rabu, Oktober 31, 2012

Tutorial Contoh Membuat Data Report Database Sederhana dengan Microsoft Visual Basic 6.0

Setelah kita membuat program database sederhana pada posting Tutorial Contoh Program Database Sederhana dengan Microsoft Visual Basic 6.0, kita akan melanjutkan program yang dibuat tersebut dengan membuat laporan untuk menampilkan record yang ada dalam database.


Ada dua langkah utama untuk membuat data report yang sudah disediakan oleh Microsoft Visual Basic 6.0:
  1. Membuat Data Environment.
  2. Membuat Data Report.
Kita buka kembali project sebelumnya yang sudah ada. Misalkan: project program data teman. Kemudian kita buat reportnya. Dengan 2 langkah umum sebagai berikut:



1.      Membuat Data Environment
a.       Pada menu Project, pilih sub menu More ActiveX Designer…, klik Data Environment.


 
b.      Dalam jendela Data Environment,
-          pilih Connection1 kemudian klik kanan dan pilih Properties.



-          Dalam dialog box Data Link Properties, pilih Microsoft Jet 4.0 OLE DB Provider.



-          Klik Next untuk berpindah ke tab Connection.
-          Klik tombol Elipsis (…). Cari file database data teman (DataTeman.mdb).



-          Klik OK untuk menambah designer pada menu anda.

c.       Sekarang kita akan mengenalkan Data Environment dengan database.
-          Klik kanan tab Connection1 dan klik Rename untuk mengubah nama koneksinya. Ubahlah nama tersebut dengan nama Teman.
-          Klik kanan nama tab yang baru (Teman) dan klik Add Command untuk membuat tab Command1.
-          Klik kanan tab tersebut (Command1) dan pilih Properties.
-          Isilah propertinya dengan nilai berikut:
Command Name          = DataTeman
Connection                    = Teman
Database Object           = Table
Object Name                 = Tteman



-          Klik OK. Semua yang dibutuhkan untuk koneksi ke database kita sudah selesai.

d.      Tampilkan jendela properties dan berikan nama untuk data environment dengan nama DenvTeman. Simpan Environment ini pada folder project anda dengan cara klik File -- Save DenvTeman.dsr



Tampilan akhir langkah 1:


2.        Membuat Data Report
a.       Pada menu Project, klik Add Data Report




b.     Isilah properties pada report seperti berikut:
Name                          = rptTeman
Caption                      = Daftar Nama Teman
DataSource                = DEnvTeman                   (dipilih, jgn dketik)
DataMember             = DataTeman                    (dipilih, jgn dketik)
c.  Klik kanan Report dan klik menu Retrieve Structure. Hal ini akan membentuk report dengan dasar format seperti pada Data Environment.
d.      Dalam file report terdapat lima bagian: Report Header, Page Header, Detail Section, Page Footer, dan Report Footer.
-   Page Header dan Page Footer berisi informasi yang ingin ditampilkan pada setiap halaman.
-   Detail Section digunakan untuk membuat layout informasi yang ingin anda cetak dari setiap record pada file database anda.
e.   Tambahkan data report controls yang diperlukan untuk menampilkan infrmasi yang kita inginkan.
-          Untuk menambahkan contrrol yang digunakan dengan klik kanan, pilih Insert Control, kemudian pilih control yang diperlukan untuk dipasang.


 -       Khusus untuk detail sections, kita bisa menambahkan textbox untuk menampilkan data pada bagian ini dengan cara: pada jendela Data Environment (DEnvTeman), klik field yang diinginkan (misal: Nama) kemudian drag ke bagian detail pada data report. Dua item akan ditampilkan: sebuah label Nama dan sebuah textbox Nama(DataTeman). Labelnya untuk informasi header, karena itu, pindahkan (drag) ke bagian page header. Sedangkan textboxnya untuk bagian detail, jadi biarkan saja letaknya pada bagian detail sections.
-      Atur control-control lainnya sedemiikian rupa sesuai dengan informasi yang kita butuhkan.


-          Simpan Data reportnya dengan klik menu File - Save rptTeman. Simpan pada direktori tempat project anda.


Data report sudah selesai kita buat. Sekarang kita tambahkan CommandButton pada form yang ada untuk menampilkan laporan yang sudah kita buat sebelumnya.
Ubah propertiesnya sebagai berikut:
Name           = CmdReport
Caption       = Report
Kemudian pada event click, ketikan kode berikut:

Private Sub CmdReport_Click()
    rptTeman.Show 1
End Sub