Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan

Senin, Maret 14, 2022

Laporan Kosong / Blank Report - Clarion Preview tidak Muncul - HAPIS

 


Untuk catatan pribadi. Masalah terjadi ketika akses program HAPIS dari komputer Client langsung shortcut ke file exe di server, tanpa ada proses installasi apa-apa di komputer client. 

Ketika buka program, tidak ada masalah dan bisa digunakan dengan normal. Cuma terkendala ketika buka laporan, akan muncul tampilan kosong, cuma ada tulisan judul Clarion Preview.

Setelah ditelusuri, ternyata untuk memunculkan laporan tersebut membutuhkan file ntwdblib.dll.

Apa itu  ntwdblib.dll? Kabarnya sih, itu adalah sebuah modul MS SQL Server Database dari Microsoft.

Singkat cerita, untuk mengatasi masalah tersebut, copy file tersebut dari tempat lain (atau download), kemudian diletakkan di folder C:\Windows\System32 (untuk Windows 32 bit) atau C:\Windows\SysWOW64 (untuk Windows 64 bit).

Setelah dicoba lagi, laporan sudah muncul seperti yang diharapkan.

Senin, Januari 27, 2020

Troubleshooting: Cara Reset Printer Canon G1010 error 5B00

Sudah menjadi hal umum, kalau printer inkjet yang kita gunakan secara umum akan menghitung jumlah print setiap kita melakukan print (counter). Setelah digunakan beberapa lama, pada suatu titik tertentu akan sampai pada batas jumlah print yang akan direkomendasikan untuk dilakukan service. Saya pribadi menyarankan ikuti prosedur resmi yang memang didesain oleh vendor printer tersebut.

Sama halnya dengan printer Canon Pixma G1010 akan mencapai titik harus melakukan  service pada titik tertentu dengan error 5B00. Seperti yang ssaya sarankan sebelumnya, segera bawa ke service center terdekat. Namun, ada kalanya kita membutuhkan printer sesegerea mungkin sehingga tidak akan sempat kalau harus membawanya dulu ke service center yang notabene gak banyak seperti orang jualan kacang.

Dalam keadaan terdesak dan genting (semoga tidak), kita bisa melakukan reset secara manual. Banyak yang menawarkan software bahkan chip untuk mengatasi masalah reset printer tersebut. Kalau yang pernah saya coba, masih gagal menggunakan software Service Tool yang ada. Akhirnya setelah searching, ketemu link youtube yang menyediakan tutorial cara reset printer. Ada di channelnya: https://www.youtube.com/channel/UCRByhS6sHZzjkmm6yWQJZOQ.

Langkahnya:
  1. Dalam kondisi printernya mati, tekan dan tahan tombol Power dan Resume secara bersamaan. Setelah itu, penekanan tombol resume boleh dilepas.
  2. Tekan tombol Resume 2 x.
  3. Matikan printer dengan menekan tombol Power.
  4. Masuk ke "Service Mode" dengan cara:
  5. Tekan tombol Power dan tahan. 
  6. Sambil menahan penekanan tombol Power, tekan tombol Resume 5x.
  7. Lepas penekanan tombol power.
  8. Printer akan terdeteksi sebagai device baru, biarkan saja sampai selesai.
  9. Tekan tombol Resume sebanyak 6x.
  10. Tunggu beberapa saat (setengah menit).
  11. Tekan tombol Power 2 x.
  12. Cabut kabel power sampai indikator power mati.
  13. Tancapkan lagi kabel power.
  14. Nyalakan printer dengan tekan tombol power seperti biasa,
  15. Printer sudah bisa digunakan lagi.

Sudah saya praktekkan sendiri, dan bisa. Semoga beruntung.

Terimakasih.

Kamis, Mei 31, 2018

Troubleshooting error: Failed to connect to windows service di windows 7 (solved)

Ceritanya, lagi asik menata dokumen di ruangan yang cukup berantakan, telpon kantor berdering keras memekikkan telinga, sebenarnya sih biasanya memang suaranya seperti itu...tapi karena sekarang kondisinya lagi gak biasa...jadi terdengar sedikit mengganggu...agak-agak gimana gitu....! Ya...seperti perasaan anak kecil yang setiap hari selama satu bulan menyisihkan uang jajannya untuk ditabung...setelah terkumpul dipake buat beli es krim kesukaannya...terus..di perjalanan mau pulang naik ojek...es krimnya jatuh ke jalan....kemudian digilas sama buldozer yang sedang lewat...lalu tiba-tiba hujan deres (pake petir dan angin)...dan ojeknya mogok persis 300 meter sebelum gang masuk rumah...padahal jalannya barusan dibongkar untuk diperbaiki
(gak segitunya juga sih).

Kembali ke masalah awal, telpon tadi adalah panggilan meminta bantuan untuk benerin komputer...masalahnya sih cuma gak bisa login meskipun user dan passwordnya sudah dipastikan benar.

Akhirnya setelah meluncur ke TKP, ketika user login, muncul pesan "Failed to connect to windows service" yang isinya "Windows could not connect to the system event Notification Service service. This problem prevents standard users from logging on to the system. As an Administrative......dst.". 

Setelah nyari-nyari referensi, muncul beberapa alternatif penyelesaian dan akhirnya saya pilih solusi berikut:

Reset the Winsock Catalog

 1.  
Buka Command Prompt sebagai Administrator "Run as Administrator."
 2.  
Ketik pada command prompt “netsh winsock reset” (tanpa tanda petik) dan tekan tombol Enter.
 3.  
Kemudian Restart komputernya.


Setelah dicoba lagi, user sudah bisa login seperti biasa.

"demi apa?"... (jadi ingat teman saya Rahma... )

 

Rabu, Oktober 18, 2017

Error ETAX-30009 Tidak Bisa Buat PDF Faktur - Solved

Permasalahan Error ETAX-30009 ketika membuat file pdf dari komputer client banyak dialami ketika efaktur diupdate menjadi versi 2.0 (karena memang ada arahan untuk update Efaktur ETaxInvoice ke versi 2.0). Padahal ketika dibuat di computer server, tidak ada masalah error tersebut. Termasuk di tempat saya bekerja juga mengalami hal yang sama pada computer client.

Setelah googling, ada beberapa solusi di beberapa tempat dan dianggap berhasil sesuai penjelasan masing-masing yang berbagi solusi.

Namun ketika dicoba beberapa alternative cara tersebut, masalah ETAX-30009 masih belum bisa diselesaikan.

Akhirnya, mencoba mencari cara sendiri karena masih ada celah variasi solusi yang bias diselesaikan. Kalau dilihat penjelasan dari berbagai sumber, intinya ada masalah SE (Sertifikat Elektronik) di client meskipun SE di server sudah diupdate dengan SE yang terbaru.

Cara yang menurut saya berhasil dilakukan di tempat kerja saya adalah menggabungkan beberapa saran cara yang sudah diposting di tempat lain.

Berikut langkahnya:
Langkah 1:

Rename folder database client yang ada sekarang (biasanya di C:\EFaktur_Windows_32bit\db\ETaxInvoice) menjadi ETaxInvoiceOld

Langkah 2:

Copy folder database (ETaxInvoice) yang ada di server ke lokasi database di client.
Jangan lupa copykan juga SE (Sertifikat Elektronik) terbaru yang digunakan server ke komputer client (saran lokasi di folder "C:\EFAktur_Windows_32bit\" saja).

Langkah 3:

Buka ETaxInvoice dengan mengakses database local/lokal, kemudian login dengan user dengan level Administrator. Tujuannya untuk menambahkan SE.

Langkah 4:

Tambahkan SE melalui menu Referensi - Administrasi Sertifikat. Lakukan seperti menambahkan SE di komputer server.

Langkah 5:

Coba buat pdf di menu yang biasanya digunakan. Kalau bisa, tutup ETaxInvoice kemudian jalankan lagi sebagai client dengan konek database ke server. Login menggunakan user client seperti biasanya. Kemudian dicoba lagi buat pdf. Kalau menurut pengalaman di tempat kerja saya, cara di atas sudah berhasil.

Semoga di tempat lain juga bisa diselesaikan dengan cara di atas.


 

Jumat, Mei 08, 2015

Cara Downgrade dan Aktivasi Lisensi Windows 8 Pro dengan Preinstalled Windows 7 Pro 64bit menjadi Windows 7 Pro 32bit

Komputer built-up baru yang sekarang banyak beredar untuk target pasar business kebanyakan menggunakan lisensi Windows 8 Pro OEM yang kadang-kadang sudah preinstalled Windows 7 Professional 64 bit. Dan kadang juga sudah disertakan OS Recovery DVD Windows 8 Pro dan Windows 7 Pro 64 bit beserta DVD Drivernya. Sehingga bisa digunakan jika ingin menginstall ulang kembali Windows dengan kedua versi Windows tersebut.

Masalah muncul ketika di tempat kerja kita masih menggunakan aplikasi 16bit atau aplikasi berbasis DOS karena dua jenis program tersebut sudah tidak disupport oleh Windows 7 Pro 64bit, apalagi Windows 8 Pro 64bit. Seperti pengalaman saya pribadi sebagai teknisi IT di perusahaan yang masih menggunakan program tersebut. Sehingga opsi yang paling aman menurut saya adalah mengganti OSnya menjadi Windows 7 Pro 32bit meskipun ada alternatif lain yaitu menggunakan virtual mesin seperti Virtual PC, Virtual Box atau sejenisnya. Karena di perusahaan tempat saya bekerja berkomitmen untuk menggunakan software legal, daripada beli lisensi windows tambahan untuk virtual mesin, satu-satunya cara yang paling “aman” adalah menginstall ulang OSnya dengan syarat, sudah tersedia driver untuk perangkat-perangkat komputer tersebut (bisa dilihat di website resminya).

Stiker COA Windows 8 Pro sudah tidak seperti Windows sebelumnya. Pada stiker tidak dicantumkan Product Keynya karena Product Keynya tersimpan di BIOS. Dengan menggunakan tool tertentu (bisa disearching di Google), bisa kita dapatkan Product Key tersebut dari BIOS. Tapi tenang, bukan itu yang jadi masalah, cuma info saja.

Kalau kita berfikir normal sederhana, akan jadi masalah ketika downgrade Windows 7 Professional 64 bit menjadi Windows 7 Professional 32 bit adalah kita butuh DVD OS Recovery Windows 7 Pro 32bit yang notabene tidak disertakan pada pembelian komputer baru tersebut atau bisa menggunakan installer Windows 7 Pro 32 bit yang umum tapi kita tidak punya Product Key windows tersebut untuk aktivasi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak alternatif cara yang disarankan oleh netizen di berbagai forum menggunakan tool tertentu atau cara tertentu. Bagi saya, sekali lagi saya akan memilih cara yang paling “aman” dari berbagai solusi yang ditawarkan tersebut.

Langkah pertama adalah mencoba memahami preinstalled Windows 7 64 bit yang sekarang terinstall di komputer tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Preinstalled Windows 7 64bit biasanya sama hasilnya jika kita melakukan installasi Windows menggunakan CD/DVD OS Recovery Windows 7 64 bit yang sudah disediakan pada saat pembelian komputer tersebut.
2. Install Windows 7 Pro 64bit menggunakan OS DVD Recovery biasanya tidak membutuhkan Product Key dan OSnya sudah teraktivasi.
3. Ada beberapa perbedaan pada hasil installasi Windows 64 bit menggunakan OS DVD Recovery dengan hasil installasi menggunakan installer umum, salah satunya adalah folder OEM yang ada di C:\Windows\System32\ yang tidak kita jumpai jika install OS menggunakan installer umum. Di dalam folder ini berisi file lisensi windows OEM yang digunakan.

Langkah kedua adalah backup file atau folder dan registry untuk kepentingan aktivasi windows dan mengubah tampilan windowsnya mirip dengan yang sekarang terinstall. Berikut adalah daftar yang harus dibcakup untuk jaga-jaga: (contoh yang saya gunakan adalah komputer HP Prodesk 490 G2)
- %SystemRoot%\system32\oobe\INFO (folder ini berfungsi untuk merubah background awal windows startup defaultnya HP)
- %SystemRoot%\system32\OEM (folder beratribut hidden ini berisi file lisensi yang kita butuhkan. Dalam kasus saya, nama filenya oem-cert.xrm-ms)
- C:\SYSTEM.SAV (folder ini ber-atribut system dan hidden, sehingga harus disetting dulu explorernya agar bisa melihat folder atau file yang ber-atribut hidden dan system. Folder ini berisi logo merk komputer, dalam kasus saya merk HP).
- C:\Users\NamaUser\AppData\Local\Microsoft\Windows\Themes\oem.theme (ini adalah file theme HP defaultnya komputer HP).
- %SystemRoot%\web\wallpaper\HP1.jpg (ini adalah file image yang digunakan untuk wallpaper sesuai dengan settingan yang ada pada oem.theme)
- Export registry key berikut melalui regedit: [HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\OEMInformation] (registry ini menyimpan informasi OEM komputer tersebut)

Kalau sudah dibackup, kita siap dengan langkah berikutnya.

Langkah Ketiga, download dan jalankan tool ABR (Activation Backup and Restore) dari http://directedge.us/content/abr-activation-backup-and-restore. Tool ini bisa digunakan untuk membackup aktivasi windows, tapi saya menggunakannya cuma untuk mengetahui product key yang digunakan oleh Preinstalled Windows 7 Pro 64 bit yang nantinya saya gunakan kembali untuk aktivasi Windows 7 Pro 32 bit.

Langkah Keempat, install Windows 7 Professional 32 bit menggunakan installer Windows 7 Professional OEM umum yang bisa didownload dari Microsoft. Usahakan lebih baik install tanpa harus memformat harddisknya. Kalau tidak diformat, installer windows akan otomatis mengubah installasi windows yang sekarang adamenjadi Windows.old, sehingga jika masih ada yang lupa kita backup masih ada di folder tersebut. Ketika diminta product key, dikosongi dulu saja dan lanjutkan proses installasi windowsnya sampai selesai. Jika sudah selesai, install semua driver perangkat yang dibutuhkan.

Langkah Keempat, letakkan kembali folder yang dibackup pada langkah kedua tadi ke posisi masing-masing persis seperti ketika membackupnya serta jalankan juga file reg yang kita export sebelumnya. Khusus file theme, bisa kita letakkan di C:\Windows\Resources\Themes\ kemudian restart komputernya.

Langkah Kelima, jalankan command prompt (cmd) dengan mode “Run as administrator”. Setelah muncul, ketikkan perintah “slmgr -ilc C:\Windows\System32\OEM\oem-cert.xrm-ms” (untuk menginstall file lisensi yang sudah kita backup sebelumnya) lalu tekan enter dan tunggu sampai ada popup windows yang mengatakan kalau lisensi berhasil diinstall.

Langkah Keenam, lakukan aktivasi windowsnya dengan cara klik kanan Computer – Properties. Pada bagian Windows Activation, klik change product key, masukkan product key yang kita backup sebelumnya menggunakan tool ABR pada langkah ketiga. Lanjutkan sampai proses aktivasi selesai tanpa harus terkoneksi internet.


Itulah yang saya lakukan untuk mendowngrade Preinstalled Windows 7 Professional 64bit menjadi Windows 7 Professional 32 bit pada beberapa komputer yang dibeli perusahaan.

Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat.

Senin, Januari 13, 2014

Masalah "Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cache limiter - headers already sent" di PHP - bagian 2

Pada tulisan sebelumnya:
"Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cache limiter - headers already sent"
Pesan error di atas muncul bukan karena salah ngetik script php. karena itulah hal ini membuat saya bingung sampai beberapa hari. Apalagi jika settingan web servernya tidak menampilkan pesan error, malah tambah bingung...! ...
============================

Setelah beberapa lama, ada lagi permasalahan yang sama yang dialami teman waktu belajar php. Katanya sudah mencoba solusi yang saya tawarkan...tapi tetep aja muncul masalahnya. (sambil garuk-garuk kepala yang sebenarnya gak gatal)

Untuk membantu teman tersebut, akhirnya saya coba cari-cari lagi di google. Eh...ternyata pada halaman hasil pencarian di google...di baris kedua ada hasil pencarian yang depannya ada tulisan [RESOLVED]...dst. (aha...ini mungkin jawabannya..)

Akhirnya saya buka link tersebut (http://board.phpbuilder.com/showthread.php?10310794-RESOLVED-Warning-session_start()-Cannot-send-session-cookie-headers-already-sent) yang juga merupakan forum yang ternyata juga ada bahasan masalah yang sedang kami (saya dan teman saya) alami.

Dibaca-baca...ternyata masalahnya juga bukan karena salah script tapi adalah program editor yang digunakan. Kaitannya dengan jenis atau metode penyimpanan program editor tersebut. Sehingga disitu disarankan agar isi script yang ada dicopy lagi dan buat file baru dengan notepad (editor paling sederhana) kemudian disimpan menjadi file php dengan ENCODINGnya menggunakan ASCII atau UTF-8 without the BOM (byte order mark). Akhirnya saya coba saja...copy script ke file notepad baru dan menyimpannya "Save as Type"nya "All Files" dengan "ENCODING"nya "ANSI".

Dicoba deh...ternyata bisa...! akhirnya masalahnya sudah ketemu. Akhirnya teman saya harus melakukan langkah di atas tersebut pada setiap file php yang muncul masalah serupa.


Sabtu, November 19, 2011

Telkomsel Flash error Network Connection Problem "The current operating system is not supported" pada Windows XP

Suatu ketika, seperti biasanya saya mau buka om google nyari referensi buat kuliah. Dan seperti biasanya juga...laptop saya nyalakan dan saya tancepin modem USB Telkomsel Flash merk Huawei yang sudah dikasih logonya Telkomsel Flash. Tapi ketika mau koneksi, kok gak seperti biasanya....!!! Muncul error pada koneksinya.

Pesan errornya Network Connection Prompt "The current operating system is not supported" padahal selama ini bisa dan saya gak ganti-ganti operating sistem. Saya pikir ada masalah dengan modem atau SIM Cardnya, lalu saya coba di komputer lain...lha...kok bisa....! Berarti modemnya gak ada masalah.  Terus saya coba lagi berulang kali koneksinya di Laptop saya tetap gak bisa. Saya coba uninstall dengan bersih pake Revo Uninstaller, terus diinstall lagi tetep aja gak bisa. Sampai saya frustasi.

Akhirnya pake komputer yang lain saya cari di Google, ketemunya cuma masalah waktu nginstall karena sistem operasinya gak support. Karena frustasi, akhirnya saya biarkan aja laptopnya tergeletak tak berdaya.

Besok harinya saya coba lagi, tetep aja gak bisa. Kemudian muncul ide jahat di benak saya untuk melempar modem itu jauh-jauh dan beli modem yang lain tapi saya urungkan niat tersebut karena emang bukan salah modemnya. Lalu saya iseng-iseng bikin user baru lewat control panel...lalu saya gunakan user itu untuk masuk ke windows XP. Saya setting tampilan dan sebagainya untuk sekedar refresing. Waktu lihat icon telkomsel Flash, saya tergoda untuk men-doubleclick-nya. Modemnya saya tancepin dan saya double click icon telkomsel flashnya (karena autorun saya matikan). Saya coba koneksinya....alhamdulillah bisa....!

Dengan laptop yang sama, sistem operasi yang sama tapi beda user modem telkomsel flashnya bisa koneksi lagi. Saya coba lagi user lama saya...telkomsel flashnya tetep gak bisa. Cuma bisa menggunakan user yang baru. Berarti kesimpulan saya, ada masalah sama profile user-nya. So, daripada nginstall ulang Windows XP-nya....lebih baik bikin user name baru aja. Problem Solved..!

Jumat, September 03, 2010

Menambahkan port mySQL (3306) ke dalam Exception di Firewall Windows

Pada posting sebelumnya, langkah pertama untuk mengatasi masalah koneksi yaitu Menambahkan port mySQL (3306) ke dalam Exception di Firewall Windows pada server.
Langkahnya mudah...
contoh di Windows XP:
-  Masuk Control Panel (Start->Control Panel)
-  Pilih Windows Firewall
-  Pada bagian Exceptions, tambahkan port MySQLnya dengan cara mengklik tombol Add Port.
-  Bagian Name diisi nama port (terserah diisi apa ex:MySQL).
-  Bagian Port number diisi 3306 (maksudnya port yang dipakai MySQL).
-  Option TCP dan UDP biarkan defaultnya (TCP).
-  Lalu klik OK lalu klik OK lagi.
 
 

Minggu, Mei 02, 2010

Masalah Koneksi VB (Visual Basic) ke MySQL : [MySQL][ODBC 3.51 Driver]Can't connect to MySQL server on (10060)

Beberapa hari ini aku dipusingkan dengan masalah koneksi program yang dibuat pake VB ke MySQL. Program VB yang aku buat tidak bisa konek ke MySQL Server yang aku install di komputer lain...padahal kalau programnya dipake di komputer MySQL Servernya sendiri (localhost) gak ada masalah...! Pada kasus ini aku menggunakan XAMPP.

Ternyata setelah baca-baca di forum...masalahnya bisa diselesaikan dengan 3 macam langkah saja...:

  1. Kalau firewall aktif/diaktifkan, harus ditambahkan port mySQL (3306) ke dalam Exception di Firewallnya
  2. Pada MySQL Server-nya: di Database mysql ada tabel host, tambahkan record baru untuk mengijinkan host mengakses ke MySQL yaitu dengan mengisi field host berisi alamat ip komputer client misal 192.168.1.10 kemudian field-field yang lain diisi nilai Y.
  3. Pada MySQL Server-nya: di Database mysql ada tabel user, tambahkan record baru untuk mengijinkan host mengakses ke MySQL yaitu dengan mengisi field user diisi root, password diisi paswordmysqlnya (kalau xampp defaultnya kosong), host berisi alamat ip komputer client misal 192.168.1.10 kemudian field-field yang lain diisi nilai Y.
Setelah langkah-langkah tersebut dilakukan...koneksi programku bisa berjalan mulus...! Akhirnya....!

Jumat, Februari 19, 2010

Masalah "Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cache limiter - headers already sent" di PHP

"Warning: session_start() [function.session-start]: Cannot send session cache limiter - headers already sent"
Pesan error di atas muncul bukan karena salah ngetik script php. karena itulah hal ini membuat saya bingung sampai beberapa hari. Apalagi jika settingan web servernya tidak menampilkan pesan error, malah tambah bingung...!
Setelah cari-cari di Google (terimakasih Google), banyak forum yang membahas hal serupa. Ternyata masalahnya sangat sederhana.
Penyebab:
Peletakkan baris perintah session_start() tidak di paling awal halaman. jika diilustrasikan seperti ini:
Sebelum diperbaiki:
baris
====================
1
2   <php
3   session_start()
====================
Perhatikan pada baris pertama, meskipun pada baris pertama kosong, tapi hal itulah yang menyebabkan pesan error di atas muncul.
Harus diperbaiki menjadi seperti berikut:
Sesudah diperbaiki:
baris
====================
1   <php
2   session_start()
====================
pada baris pertama diketikkan tag PHP, dan baris kedua diketikkan session_start().
Fiuh.......!

Rabu, September 24, 2008

Open Office - diPrint Preview Halaman Terputus? Asw:Manual Break

Untuk menghindari penggunaan software bajakan, sering digunakan Open
Office yang Free. Namun masalahnya, tidak semua orang mudah cepat
familiar dengan software yang satu ini.
Hari ini, pagi-pagi sekali saya disuguhi permasalahan yang berkaitan
dengan Open Office ini.
komplainnya ketika data yang ada sudah diketik sedemikian rupa kedalam
Open Calc (mirip MS Excel), setelah diprint preview yang seharusnya jadi
2 halaman terlihat menjadi 3 halaman karena pada halaman kedua dan
ketiga seolah-olah dipotong dan diletakkan pada halaman yang berbeda...
....padahal gak dipisah...!
Karena belum familiar, saya cari dulu kemungkinan penyebabnya..
- Apa karena print areanya? ternyata bukan...
Ternyata setelah diliat dengan seksama ada garis biru yang menyebabkan
halaman tersebut terpisah...
garis biru itu ternyata (lagi) adalah manual break.
untuk menghilangkan itu,
- klik cell yang paling dekat dengan garis biru itu.
- Pilih menu Edit->Delete Manual Break->Row Break
garis birunya hilang, print previewnya sudah seperti yang diharapkan.
fiuh...harus banyak belajar lagi nich...!



Jumat, Juli 18, 2008

Netscape Messenger 4 Error

Saya sering mendapat keluhan dari rekan-rekan kerja saya tentang
Netscape Messenger versi 4.
Keluhannya adalah ketika Netscape Messenger dijalankan, setelah beberapa
detik, muncul pesan error dan Netscape ditutup secara paksa.
Kemungkinannya, masalah itu terjadi karena index untuk inbox (inbox.snm)
rusak. Masalah itu terjadi karena ukuran file inbox sudah lumayan besar
(sampe hitungan GByte) karena banyaknya email yang masuk.


Cara mengatasi masalah tersebut (solusi):
Jika masalah itu terjadi, kita harus membuat index yang baru
(reindexing). Caranya adalah sebagai berikut:

1. Masuk kedalam folder mail profile user email anda.
(defaultnya: C:\Program Files\Netscape\Users\NamaUser\Mail)

2. Cari file inbox.snm. Pindahkan (move) kedalam folder lain (untuk
jaga-jaga saja jika proses reindexing tidak berhasil) sehingga file
inbox.snm tidak ada lagi dalam folder mail tersebut.

3. Jalankan kembali Netscape Messenger. Biarkan beberapa saat karena
proses reindexing sedang dilakukan. Tunggu progress (tahap proses sudah
selesai - dalam hitungan persen) dari proses tersebut sampai selesai
(100%).

4. Jika proses reindexing berhasil, Netscape Messenger bisa digunakan
seperti biasa lagi.


Pencegahan Error:
-------------------------
Seperti disebutkan sebelumnya, error tersebut kemungkinan disebabkan
karena banyaknya email yang masuk pada inbox. Karena itu, untuk mencegah
masalah itu terjadi lagi, pindahkan email yang ada pada inbox ke dalam
folder baru menurut kriteria yang anda inginkan.

(misalkan dipisah-pisah berdasarkan tahun)
Caranya adalah sebagai berikut:
1. Klik kanan "Local Mail", pilih "New Folder" dan masukkan nama
foldernya (mis: Tahun2007), lalu tekan OK.
2. Masuk kedalam "inbox", pilih (blok) email yang mau dipindah,
kemudian klik kanan, pilih "Move Message", lalu pilih nama folder yang
dibuat tadi (mis: Tahun2007).

3. Tunggu beberapa saat sampai proses pemindahan selesai. Lama proses
tergantung jumlah email yang dipindahkan.

4. Lakukan langkah yang sama dengan nama folder berbeda untuk kriteria
email yang berbeda. (misal: folder "Tahun2006" untuk email yang diterima
pada tahun 2006, dsb)

5. Setelah pemindahan email selesai, lakukan Pemampatan file inbox
(compacting) agar ukuran file inbox efisien, dengan cara pilih menu
"File" lalu pilih sub menu "Compact Folders".

Semoga berguna
N/B: backup dulu file "inbox" dan "inbox.snm" sebagai cadangan jika
proses diatas belum berhasil dilakukan.












Senin, Juni 16, 2008

Error 0x00000866 part 2

Melanjutkan masalah sebelumnya...
karena saya nggak tau penyebab masalah+solusinya apa..saya nyoba searching...
saya temukan beberapa solusi yang ditawarkan di dalam forum-forum yang ada.
beberapa solusi diantaranya adalah:
-------------------------------------------------------------------------------
solusi pertama saya temukan di http://www.jimmah.com/vista/net/ntlm.aspx

Pengguna Windows Vista Home Basic dan Home Premium

Peringatan:perubahan yang tidak sesuai pada registry bisa membahayakan sistem.
  1. Klik start
  2. pilih menu Run
  3. ketik: regedit
  4. tekan enter
  5. di bagian sebelah kiri, expand folder: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\
  6. di seblah kiri klik pada folder yang bernama: Lsa
  7. Di bagian sebelah kanan, double-click "LmCompatibilityLevel"
  8. ketik angka 1 dan tekan enter
  9. Restart komputermu

Pengguna Windows Vista Business, Enterprise, dan Ultimate

  1. Klik Start
  2. Klik Control Panel
  3. Masuk System and Maintenance
  4. Masuk Administrative Tools
  5. Double-Click Local Security Policy
  6. di bagian sebelah kiri, klik segitiga disebelah Local Policy
  7. di bagian sebelah kiri, klik Security Options
  8. di bagian sebelah kanan bawah, double-click "Network security: LAN manager authentication level"
  9. Klik kotak drop-down, dan klik "Send LM & NTLM - use NTLMv2 session security if negotiated"
  10. klik OK
---------------------------------------------------------------

Solusi kedua saya dapat dari http://forums.techguy.org/windows-vista/525885-cannot-connect-printer-operation-could.html yang dimuat oleh bigslick2007
Final Solution
SOLUTION

I can't image this is how Mr. Gates imagined users would have to set up a networked printer, so this is a workaround until they get their act together. (yang ini artikan sendiri aja)


dari DOS prompt (ketik "command" atau "cmd" pada menu "Run" di start menu) ketik ini:

net use LPT# \\server\printer /persistent:yes

keterangan:

# : nomor port LPT yang digunakan mis:LPT1
server : nama komputer tempat printer sharing berada
printer : nama sharing printer (Share Name)

Contoh

net use LPT1 \\Ita\Canon2100sp / persistent:yes


Kalau sudah berhasil, tambahkan printer (StartMenu->ControlPanel->Printer->Add Printer)
Pilih "Local Printer",gunakan LPT# port yang sudah ditentukan sebelumnya (kalau contoh di atas menggunakan Port1) dan tentukan jenis printer yang sesuai. Lanjutkan proses installasi sampai selesai.

Cara kedua ini sudah saya coba dan berhasil sesuai harapan.

==============================

Error 0x00000866

Saya pernah mengalami masalah ketika menginstall printer yang disharing dWindows 98 di windows vista Basic. Ketika add printer, trus milih yang Network , terus milih printer yang ada ...terus ketika diinstall nggak bisa..ada pesan error:

Windows cannot connect to the printer.
Operation could not be completed (error 0x00000866).

AKhirnya saya coba add printernya milih yang local tapi port yang dipilih adalah printer yang di sharing \\namakomp\namashareprinter (misal: \\Ita\Canon2100sp), trus lanjutkan sampe selesai. printer jaringan sudah bisa digunakan dengan baik.

Tetapi masih ada masalah ketika PC/Notebook windows Vistanya dimatikan dan dinyalakan lagi...printer yang diinstall tadi dianggap offline..padahal sebenarnya online dan sudah dicoba pada PC lain dijaringan yang sama yang SOnya Windows XP dan 98, printernya online dan bisa digunakan. akhirnya diinstall ulang lagi dengan cara yang sama di atas, printernya bisa digunakan lagi. Jadi, kalau mau menggunakan printer yang disharing tersebut di WIndows Vista, saya harus menginstall ulang lagi setiap kali komputernya dimatikan dan dinyalakan lagi.